
Sinopsis Buku
Buku puisi ini terdapat tiga bagian utama, di mana dalam bagian berjudul Edo, tersaji empat puisi yang menuturkan kisah tentang seseorang yang akhirnya ia putuskan untuk diterima cintanya. Sosok itu adalah Edo, pemuda berani yang datang dengan motor bututnya, meski bisa ditebak akan sering mogok. Namun, keberanian dan keteguhan Edo dalam menghadapi tantangan, hingga melangkah untuk melamar, membuat pilihan itu jatuh padanya. Keberanian berlapis dalam diri Edo menjadi alasan yang tak terbantahkan. Sio ah.
Puisi-puisi lain karya Mei membawa pembaca menelusuri jejak orang tuanya. Sang ibu hadir dalam larik-larik penuh kerinduan; meski telah banyak yang diberikan, kasih sayang ibu tetap tak tergantikan. Sementara itu, sang bapak mendapat ruang tersendiri dalam empat puisi yang ditulis khusus untuknya. Dari Edo kepada bapak, dari bapak yang memberi restu pada Edo, semuanya terjalin menjadi rekaman perjalanan kasih sayang. Sosok bapak digambarkan setia menemani, mendengar dalam diam, dan tersenyum meski getir, menyaksikan mimpi anaknya yang begitu tinggi.
Namun, karya-karya Mei tak berhenti pada kisah Edo, bapak, dan mama. Ada pula kegelisahan pribadi, pencarian jati diri yang tertuang dalam dua puluh enam puisi lainnya. Salah satunya berbicara lirih tentang ruang perjumpaan, tentang bisikan rahasia, tentang ajakan untuk menenangkan diri dan sungguh-sungguh bicara dengan hati.
Keseluruhan puisi-puisi Mei yang liris ini seperti sebuah perjalanan: mencari jalan pulang, menemukan diri dan pasangan, merawat kerinduan pada orang tua, serta meneguhkan kekuatan dari orang-orang terdekat. Dari sanalah ia belajar menjalani pilihan hidup dengan keberanian dan cinta.
Detail Buku
Penulis
Meilaine Osok
Penyusun
Dayu Rifanto
Ilustrator
-
Layouter
-
ISBN
-
Penanggung Jawab Umum
-
Penerjemah
-
Editor
Dayu Rifanto
Tanggal Terbit
-
Layouter
-
Halaman
87 Halaman
Penanggung Jawab Program
-
